A. Pengertian Kelompok Sosial
Secara sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Disamping itu terdapat beberapa definisi dari para ahli mengenai kelompok sosial.
Menurut Josep S Roucek dan Roland S Warren kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia, yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.
B. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial
Menurut Abdul Syani, terbentuknya suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama. Manusia membutuhkan komunikasi dalam membentuk kelompok, karena melalui komunikasi orang dapat mengadakan ikatan dan pengaruh psikologis secara timbal balik. Ada dua hasrat pokok manusia sehingga ia terdorong untuk hidup berkelompok, yaitu:
1. Hasrat untuk bersatu dengan manusia lain di sekitarnya
2. Hasrat untuk bersatu dengan situasi alam sekitarnya
C. Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial
Kelompok-kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama dan saling berinteraksi. Untuk itu, setiap himpunan manusia agar dapat dikatakan sebagai kelompok sosial, haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
2. Ada kesamaan faktor yang dimiliki anggota-anggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka bartambah erat. Faktor-faktor kesamaan tersebut, antara lain
o Persamaan nasib
o Persamaan kepentingan
o Persamaan tujuan
o Persamaan ideologi politik
o Persamaan musuh
3. Kelompok sosial ini berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
4. Kelompok sosial ini bersistem dan berproses.
D. Macam-Macam Kelompok Sosial
1. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial
Menurut Soerjono Soekanto dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu:
a. Berdasarkan besar kecilnya anggota kelompok
Menurut George Simmel, besar kecilnya jumlah anggota kelompok akan memengaruhi kelompok dan pola interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Dalam penelitiannya, Simmel memulai dari satu orang sebagai perhatian hubungan sosial yang dinamakan monad. Kemudian monad dikembangkan menjadi dua orang atau diad, dan tiga orang atau triad, dan kelompok-kelompok kecil lainnya. Hasilnya semakin banyak jumlah anggota kelompoknya, pola interaksinya juga berbeda.
b. Berdasarkan derajat interaksi dalam kelompok
Derajat interaksi ini juga dapat dilihat pada beberapa kelompok sosial yang berbeda. Kelompok sosial seperti keluarga, rukun tetangga, masyarakat desa, akan mempunyai kelompok yang anggotanya saling mengenal dengan baik (face-to-face groupings). Hal ini berbeda dengan kelompok sosial seperti masyarakat kota, perusahaan, atau negara, di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan erat.
c. Berdasarkan kepentingan dan wilayah
Sebuah masyarakat setempat (community) merupakan suatu kelompok sosial atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan tertentu. Sedangkan asosiasi (association) adalah sebuah kelompok sosial yang dibentuk untuk memenuhi kepentingan tertentu.
d. Berdasarkan kelangsungan kepentingan
Adanya kepentingan bersama merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terbentuknya sebuah kelompok sosial. Suatu kerumunan misalnya, merupakan kelompok yang keberadaannya hanya sebentar karena kepentingannya juga tidak berlangsung lama. Namun, sebuah asosiasi mempunyai kepentingan yang tetap.
e. Berdasarkan derajat organisasi
Kelompok sosial terdiri atas kelompok-kelompok sosial yang terorganisasi dengan rapi seperti negara, TNI, perusahaan dan sebagainya. Namun, ada kelompok sosial yang hampir tidak terorganisasi dengan baik, seperti kerumunan.
Secara umum tipe-tipe kelompok sosial adalah sebagai berikut.
1. Kategori statistik, yaitu pengelompokan atas dasar ciri tertentu yang sama, misalnya kelompok umur.
2. Kategori sosial, yaitu kelompok individu yang sadar akan ciri-ciri yang dimiliki bersama, misalnya HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia).
3. Kelompok sosial, misalnya keluarga batih (nuclear family)
4. Kelompok tidak teratur, yaitu perkumpulan orang-orang di suatu tempat pada waktu yang sama karena adanya pusat perhatian yang sama. Misalnya, orang yang sedang menonton sepak bola.
5. Organisasi Formal, yaitu kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan terlebih dahulu, misalnya perusahaan.
2. Kelompok Sosial dipandang dari Sudut Individu
Pada masyarakat yang kompleks, biasanya setiap manusia tidak hanya mempunyai satu kelompok sosial tempat ia menjadi anggotanya. Namun, ia juga menjadi anggota beberapa kelompok sosial sekaligus. Terbentuknya kelompok-kelompok sosial ini biasanya didasari oleh kekerabatan, usia, jenis kelamin, pekerjaan atau kedudukan. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tersebut akan memberikan kedudukan dan prestise tertentu. Namun yang perlu digarisbawahi adalah sifat keanggotaan suatu kelompok tidak selalu bersifat sukarela, tapi ada juga yang sifatnya paksaan. Misalnya, selain sebagai anggota kelompok di tempatnya bekerja, Pak Tomo juga anggota masyarakat, anggota perkumpulan bulu tangkis, anggota Ikatan Advokat Indonesia, anggota keluarga, anggota Paguyuban masyarakat Jawa dan sebagainya.
3. In-Group dan Out-Group
Sebagai seorang individu, kita sering merasa bahwa aku termasuk dalam bagian kelompok keluargaku, margaku, profesiku, rasku, almamaterku, dan negaraku. Semua kelompok tersebut berakhiran dengan kepunyaan “ku”. Itulah yang dinamakan kelompok sendiri (In group) karena aku termasuk di dalamnya. Banyak kelompok lain dimana aku tidak termasuk keluarga, ras, suku bangsa, pekerjaan, agama dan kelompok bermain. Semua itu merupakan kelompok luar (out group) karena aku berada di luarnya.
In-group dan out-group dapat dijumpai di semua masyarakat, walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama. Pada masyarakat primitif yang masih terbelakang kehidupannya biasanya akan mendasarkan diri pada keluarga yang akan menentukan kelompok sendiri dan kelompok luar seseorang. Jika ada dua orang yang saling tidak kenal berjumpa maka hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari hubungan antara keduanya. Jika mereka dapat menemukan adanya hubungan keluarga maka keduanya pun akan bersahabat karena keduanya merupakan anggota dari kelompok yang sama. Namun, jika mereka tidak dapat menemukan adanya kesamaan hubungan antaa keluarga maka mereka adalah musuh sehingga merekapun bereaksi.
Pada masyarakat modern, setiap orang mempunyai banyak kelompok sehingga mungkin saja saling tumpang tindih dengan kelompok luarnya. Siswa lama selalu memperlakukan siswa baru sebagai kelompok luar, tetapi ketika berada di dalam gedung olahraga mereka pun bersatu untuk mendukung tim sekolah kesayangannya.
4. Kelompok Primer (Primary Group) dan Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Menurut Charles Horton Cooley, kelompok primer adalah kelompok-kelompok yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama yang erat yang bersifat pribadi. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi adalah adanya peleburan individu-individu ke dalam kelompok-kelompok sehingga tujuan individu menjadi tujuan kelompok juga. Oleh karena itu hubungan sosial di dalam kelompok primer berisfat informal (tidak resmi), akrab, personal, dan total yang mencakup berbagai aspek pengalaman hidup seseorang.
Di dalam kelompok primer, seperti: keluarga, klan, atau sejumlah sahabat, hubungan sosial cenderung bersifat santai. Para anggota kelompok saling tertarik satu sama lainnya sebagai suatu pribadi. Mereka menyatakan harapan-harapan, dan kecemasan-kecemasan, berbagi pengalaman, mempergunjingkan gosip, dan saling memenuhi kebutuhan akan keakraban sebuah persahabatan.
Di sisi lain, kelompok sekunder adalah kelompok-kelompok besar yang terdiri atas banyak orang, antara dengan siapa hubungannya tida perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu langgeng. Dalam kelompok sekunder, hubungan sosial bersifat formal, impersonal dan segmental (terpisah), serta didasarkan pada manfaat (utilitarian). Seseorang tidak berhubungan dengan orang lain sebagai suatu pribadi, tetapi sebagai seseorang yang berfungsi dalam menjalankan suatu peran. Kualitas pribadi tidak begitu penting, tetapi cara kerjanya.
5. Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesellschaft)
Konsep paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesellschaft) dikemukakan oleh Ferdinand Tonnies. Pengertian paguyuban adalah suatu bentuk kehidupan bersama, di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah, serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Bentuk paguyuban terutama akan dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dan sebagainya. Secara umum ciri-ciri paguyuban adalah:
1. Intimate, yaitu hubungan yang bersifat menyeluruh dan mesra
2. Private, yaitu hubungan yang bersifat pribadi
3. Exclusive, yaitu hubungan tersebut hanyalah untuk “kita” saja dan tidak untuk orang lain di luar “kita”
Di dalam setiap masyarakat selalu dapat dijumpai salah satu di antara tiga tipe paguyuban berikut.
1. Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood), yaitu gemeinschaft atau paguyuban yang merupakan ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan. Misalnya keluarga dan kelompok kekerabatan.
2. Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place), yaitu suatu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang berdekatan tempat tinggal sehingga dapat saling tolong-menolong. Misalnya kelompok arisan, rukun tetangga.
3. Paguyuban karena jiwa pikiran (gemeinschaft of mind), yaitu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang walaupun tidak mempunyai hubungan darah ataupun tempat tinggalnya tidak berdekatan, akan tetapi mereka mempunyai jiwa, pikiran, dan ideologi yang sama. Ikatan pada paguyuban ini biasanya tidak sekuat paguyuban karena darah atau keturunan.
Sebaliknya, patembayan (gesellschaft) adalah ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu yang pendek. Patembayan bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka (imaginary) serta strukturnya bersifat mekanis seperti sebuah mesin. Bentuk gesellschaft terutama terdapat di dalam hubungan perjanjian yang bersifat timbal balik. Misalnya, ikatan perjanjian kerja, birokrasi dalam suatu kantor, perjanjian dagang, dan sebagainya.
6. Formal Group dan Informal Group
Menurut Soerjono Soekanto, formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya. Kriteria rumusan organisasi formal group merupakan keberadaan tata cara untuk memobilisasikan dan mengoordinasikan usaha-usaha demi tercapainya tujuan berdasarkan bagian-bagian organisasi yang bersifat khusus.
Organisasi biasanya ditegakkan pada landasan mekanisme administratif. Misalnya, sekolah terdiri atas beberapa bagian, seperti kepala sekolah, guru, siswa, orang tua murid, bagian tata usaha dan lingkungan sekitarnya. Organisasi seperti itu dinamakan birokrasi. Menurut Max Weber, organisasi yang didirikan secara birokrasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Tugas organisasi didistribusikan dalam beberapa posisi yang merupakan tugas-tugas jabatan.
2. Posisi dalam organisasi terdiri atas hierarki struktur wewenang.
3. Suatu sistem peraturan memengaruhi keputusan dan pelaksanaannya.
4. Unsur staf yang merupakan pejabat, bertugas memelihara organisasi dan khususnya keteraturan organisasi.
5. Para pejabat berharap agar hubungan atasan dengan bawahan dan pihak lain bersifat orientasi impersonal.
6. Penyelenggaraan kepegawaian didasarkan pada karier.
Sedangkan pengertian informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti. Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulang kali. Dasar pertemuan-pertemuan tersebut adalah kepentingan-kepentingan dan pengalaman-pengalaman yang sama. Misalnya klik (clique), yaitu suatu kelompok kecil tanpa struktur formal yang sering timbul dalam kelompok-kelompok besar. Klik tersebut ditandai dengan adanya pertemuan-pertemuan timbal balik antaranggota yang biasanya hanya “antarakita” saja.
7. Membership Group dan Reference Group
Mengutip pendapat Robert K Merton, bahwa membership group adalah suatu kelompok sosial, di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Batas-batas fisik yang dipakai untuk menentukan keanggotaan seseorang tidak dapat ditentukan secara mutlak. Hal ini disebabkan perubahan-perubahan keadaan. Situasi yang tidak tetap akan memengaruhi derajat interaksi di dalam kelompok tadi sehingga adakalanya seorang anggota tidak begitu sering berkumpul dengan kelompok tersebut walaupun secara resmi dia belum keluar dari kelompok itu.
Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Dengan kata lain, seseorang yang bukan anggota kelompok sosial bersangkutan mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok tadi. Misalnya, seseorang yang ingin sekali menjadi anggota TNI, tetapi gagal memenuhi persyaratan untuk memasuki lembaga pendidikan militer. Namun, ia bertingkah laku layaknya seorang perwira TNI meskipun dia bukan anggota TNI.
8. Kelompok Okupasional dan Volunteer
Pada awalnya suatu masyarakat, menurut Soerjono Soekanto, dapat melakukan berbagai pekerjaan sekaligus. Artinya, di dalam masyarakat tersebut belum ada pembagian kerja yang jelas. Akan tetapi, sejalan dengan kemajuan peradaban manusia, sistem pembagian kerja pun berubah. Salah satu bentuknya adalah masyarakat itu sudah berkembang menjadi suatu masyarakat yang heterogen. Pada masyarakat seperti ini, sudah berkembang sistem pembagian kerja yang didasarkan pada kekhususan atau spesialisasi. Warga masyarakat akan bekerja sesuai dengan bakatnya masing-masing. Setelah kelompok kekerabatan yang semakin pudar fungsinya, muncul kelompok okupasional yang merupakan kelompok terdiri atas orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Kelompok semacam ini sangat besar peranannya di dalam mengarahkan kepribadian seseorang terutama para anggotanya.
Sejalan dengan berkembangnya teknologi komunikasi, hampir tidak ada masyarakat yang tertutup dari dunia luar sehingga ruang jangkauan suatu masyarakatpun semakin luas. Meluasnya ruang jangkauan ini mengakibatkan semakin heterogennya masyarakat tersebut. Akhirnya tidak semua kepentingan individual warga masyarakat dapat dipenuhi.
Akibatnya dari tidak terpenuhinya kepentingan-kepentingan masyarakat secara keseluruhan, muncullah kelompok volunteer. Kelompok ini mencakup orang-orang yang mempunyai kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang semakin luas jangkauannya tadi. Dengan demikian, kelompok volunteer dapat memenuhi kepentingan-kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara luas.
Beberapa kepentingan itu antara lain:
1. Kebutuhan akan sandang, pangan dan papan
2. Kebutuhan akan keselamatan jiwa dan harta benda
3. Kebutuhan akan harga diri
4. Kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri
5. Kebutuhan akan kasih sayang
E. Kelompok Sosial yang Tidak Teratur
1. Kerumunan (Crowd)
Kerumunan adalah sekelompok individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat pada waktu yang bersamaan. Ukuran utama adanya kerumunan adalah kehadiran orang-orang secara fisik. Sedikit banyaknya jumlah kerumunan adalah sejauh mata dapat melihat dan selama telingan dapat mendengarkannya. Kerumunan tersebut segera berakhir setelah orang-orangnya bubar. Oleh karena itu, kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat sementara (temporer).
Secara garis besar Kingsley Davis membedakan bentuk kerumunan menjadi:
a. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial
Kerumunan ini dapat dibedakan menjadi:
1) Khalayak penonton atau pendengar formal (formal audiences), merupakan kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan tujuan yang sama. Misalnya, menonton film, mengikuti kampanye politik dan sebagainya.
2) Kelompok ekspresif yang telah direncanakan (planned expressive group), yaitu kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, akan tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut.
b. Kerumunan yang bersifat sementara (Casual Crowd)
Kerumunan ini dibedakan menjadi:
1) Kumpulan yang kurang menyenangkan (inconvenient aggregations). Misalnya, orang yang sedang antri tiket, orang-orang yang menunggu kereta.
2) Kumpulan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik (panic crowds), yaitu orang-orang yang bersama-sama berusaha untuk menyelamatkan diri dari bahaya. Dorongan dalam diri individu-individu yang berkerumun tersebut mempunyai kecenderungan untuk mempertinggi rasa panik. Misalnya, ada kebakaran dan gempa bumi.
3) Kerumunan penonton (spectator crowds), yaitu kerumunan yang terjadi karena ingin melihat kejadian tertentu. Misalnya, ingin melihat korban lalu lintas.
c. Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum (Lawless Crowd)
Kerumunan ini dibedakan menjadi:
1) Kerumunan yang bertindak emosional (acting mobs), yaitu kerumunan yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Misalnya aksi demonstrasi dengan kekerasan.
2) Kerumunan yang bersifat immoral (immoral crowds), yaitu kerumunan yang hampir sama dengan kelompok ekspresif. Bedanya adalah bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Misalnya, orang-orang yang mabuk.
2. Publik
Berbeda dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi, seperti pembicaraan pribadi yang berantai, desas-desus, surat kabar, televisi, film, dan sebagainya. Alat penghubung semacam ini lebih memungkinkan suatu publik mempunyai pengikut-pengikut yang lebih luas dan lebih besar. Akan tetapi, karena jumlahnya yang sangat besar, tidak ada pusat perhatian yang tajam sehingga kesatuan juga tidak ada.
3. Masyarakat Setempat (Community)
Masyarakat setempat adalah suatu masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu. Faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota dibandingkan dengan interaksi penduduk di luar batas wilayahnya.
Secara garis besar masyarakat setempat berfungsi sebagai ukuran untuk menggaris bawahi kedekatan hubungan antara hubungan sosial dengan suatu wilayah geografis tertentu. Akan tetapi, tempat tinggal tertentu saja belum cukup untuk membentuk suatu masyarakat setempat. Hal ini masih dibutuhkan adanya perasaan komunitas (community sentiment).
Beberapa unsur komunitas adalah:
1. Seperasaan
Unsur perasaan akibat seseorang berusaha untuk mengidentifikasikan dirinya dengan sebanyak mungkin orang dalam kelompok tersebut. Akibatnya, mereka dapat menyebutnya sebagai “kelompok kami” atau “perasaan kami”.
2. Sepenanggunan
Setiap individu sadar akan peranannya dalam kelompok dan keadaan masyarakat sendiri memungkinkan peranannya dalam kelompok.
3. Saling memerlukan
Individu yang bergabung dalam masyarakat setempat merasakan dirinya tergantung pada komunitas yang meliputi kebutuhan fisik maupun biologis.
Untuk mengklasifikasikan masyarakat setempat, dapat digunakan empat kriteria yang saling berhubungan, yaitu:
1. Jumlah penduduk
2. Luas, kekayaan, dan kepadatan penduduk
3. Fungsi-fungsi khusus masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat
4. Organisasi masyarakat yang bersangkutan
Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial
- http://sosiologipendidikan.blogspot.com/2012/01/kelompok-sosial-dalam-masyarakat.html
Read More..
Jumat, 31 Oktober 2014
Proses Sosialisasi dan Interaksi Sosial
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisai diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Proses sosialisasi adalah cara-cara berhubungan orang perseorang dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem, serta bentuk-bentuk hubungan. Atau sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto di dalam Pengantar sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, maka kegiatan-kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.
George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
- Tahap persiapan (Preparatory Stage)
- Tahap meniru (Play Stage)
- Tahap siap bertindak (Game Stage)
- Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (social interaction) dan sebagai syarat terjadinya aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorang, antara kelompok manusia, maupun antara kelompok manusia dengan orang perorang.
Pengetahuan tentang proses-proses sosial memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengertian yang dinamis dari masyarakat atau gerak masyarakat. Masyarakat pada umumnya mempunyai bentuk-bentuk struktural seperti : kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, strafikasi dan kekuasaan. Kesemuanya itu memiliki hubungan interaksi. Perubahan dan perkembangan masyarakat yang mewujudkan segi dinamikanya disebabkan anggota masyarakat senantiasa mengadakan hubungan satu dengan yang lainnya, baik dalam bentuk orang perorang maupun kelompok masyarakat.
Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial adalah:
1. Adanya kontak sosial (social contact)
2. Adanya komunikasi
Dalam bahasa Latin, kontak berasala dari kata con atau cum dan tango. Con atau cum berarti bersama-sama, sedangkan tango berarti menyentuh. Jika diartikan secara fisik, menyentuh adalah hubungan badaniah, jika dikaitkan dengan perkembangan teknologi saat ini berhubungan dengan orang lain dapat melalui sarana, misalnya: telepon, telegram, radio, televisi, surat kabar, koran, majalah, dan sebagainya.
Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen sosialisasi yang utama, yaitu:
1. Keluarga
Menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam lingkungan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.
2. Lingkungan (Teman Bermain)
Pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Teman bermain dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.
3. Lembaga pendidikan
Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai perkerjaan, tetapi di sekolah sebagai besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.
4. Media Massa
Yang termasuk kelompok media massa disini adalah media cetak (surat kabar, majalh, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu:
a. Individu dengan individu Ada individu yang memberikan pengaruh, rangsangan/stimulus kepada individu lainnya. Misal: anak kecil mempelajari kebiasaan dalam keluarganya, proses ini disebut sosialisasi.
b. Individu dengan suatu kelompok manusia Misal: norma-norma partai politik di masyarakat memaksa anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan ideology dan programnya.
c. Kelompok manusia dengan kelompok manusia Misalnya: Hubungan kerjasama antara dua perusahaan untuk menjalin suatu kerjasama bisnis.
Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa:
1. Kerjasama (Cooperation)
Dalam sosiologi terdapat lima bentuk kerjasama, yaitu:
a. Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong.
b. Bergaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
c. Ko-oplasi (co-optation) yaitu proses penerima unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi.
d. Koalisi (coalition) yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
e. Joint-venture yaitu kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu.
2. Persaingan (Competition)
Persaingan adalah bentuk usaha yang dilakukan agar memperoleh kemenangna atau hasil yang lebih tanpa menimbulkan benturan fisik.
3. Pertentangan atau Pertikaian (Conflict)
Bentuk-bentuk khusus terjadinya pertentangan:
a. Pertentangan pribadi
b. Pertentangan rasial
c. Pertentangan antar kelas-kelas sosial
d. Pertentangan politik
e. Pertentangan lokal, nasional, regional, maupun internasional.
Akibat terjadinya pertentangan:
a. Terjadinya keretakan di masyarakat
b. Tambahnya solidaritas in-group
c. Perubahan kepribadian para individu
d. Hancurnya harta benda dan korban nyawa
e. Dominasi dan takluknya salah satu pihak
Menurut Gillin, terdapat dua macam proses yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu:
1. Proses Asosiatif (Association of Prosses), meliputi:
a. Akomodasi (accomodation)
Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial untuk meredakan pertentangan.
Tujuan akomodasi adalah:
1. Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.
2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer.
3. Untuk memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok-kelompok sosial yang hidup terpisah sebagai akibat faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
4. Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya lewat perkawinan campuran atau asimilasi dalam arti luas.
b. Asimilasi
Faktor-faktor yang dapat mempermudahkan terjadinya asimilasi:
1. Toleransi
2. Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa di masyarakat
5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
6. Perkawinan campuran
7. Adanya musuh bersama dari luar
c. Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial dimana suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan lain tanpa menyebabkan hilangnya bentuk kepribadian sendiri.
2. Proses Disasosiatif (Disasociation of Prosses), meliputi:
a. Persaingan
Persaingan adalah bentuk usaha yang dilakukan agar memperoleh kemenangna atau hasil yang lebih tanpa menimbulkan benturan fisik.
b. Kontroversi
Kontroversi merupakan bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan konflik.
c. Pertikaian atau pertentangan
Pertentangan atau pertikaian adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman ataupun kekerasan.
Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
- http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial Read More..
Proses sosialisasi adalah cara-cara berhubungan orang perseorang dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem, serta bentuk-bentuk hubungan. Atau sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto di dalam Pengantar sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, maka kegiatan-kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.
George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
- Tahap persiapan (Preparatory Stage)
- Tahap meniru (Play Stage)
- Tahap siap bertindak (Game Stage)
- Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (social interaction) dan sebagai syarat terjadinya aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorang, antara kelompok manusia, maupun antara kelompok manusia dengan orang perorang.
Pengetahuan tentang proses-proses sosial memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengertian yang dinamis dari masyarakat atau gerak masyarakat. Masyarakat pada umumnya mempunyai bentuk-bentuk struktural seperti : kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, strafikasi dan kekuasaan. Kesemuanya itu memiliki hubungan interaksi. Perubahan dan perkembangan masyarakat yang mewujudkan segi dinamikanya disebabkan anggota masyarakat senantiasa mengadakan hubungan satu dengan yang lainnya, baik dalam bentuk orang perorang maupun kelompok masyarakat.
Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial adalah:
1. Adanya kontak sosial (social contact)
2. Adanya komunikasi
Dalam bahasa Latin, kontak berasala dari kata con atau cum dan tango. Con atau cum berarti bersama-sama, sedangkan tango berarti menyentuh. Jika diartikan secara fisik, menyentuh adalah hubungan badaniah, jika dikaitkan dengan perkembangan teknologi saat ini berhubungan dengan orang lain dapat melalui sarana, misalnya: telepon, telegram, radio, televisi, surat kabar, koran, majalah, dan sebagainya.
Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen sosialisasi yang utama, yaitu:
1. Keluarga
Menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam lingkungan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.
2. Lingkungan (Teman Bermain)
Pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Teman bermain dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.
3. Lembaga pendidikan
Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai perkerjaan, tetapi di sekolah sebagai besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.
4. Media Massa
Yang termasuk kelompok media massa disini adalah media cetak (surat kabar, majalh, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
![]() |
| Agen Sosialisasi |
Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu:
a. Individu dengan individu Ada individu yang memberikan pengaruh, rangsangan/stimulus kepada individu lainnya. Misal: anak kecil mempelajari kebiasaan dalam keluarganya, proses ini disebut sosialisasi.
b. Individu dengan suatu kelompok manusia Misal: norma-norma partai politik di masyarakat memaksa anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan ideology dan programnya.
c. Kelompok manusia dengan kelompok manusia Misalnya: Hubungan kerjasama antara dua perusahaan untuk menjalin suatu kerjasama bisnis.
Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa:
1. Kerjasama (Cooperation)
| Kerjasama |
a. Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong.
b. Bergaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
c. Ko-oplasi (co-optation) yaitu proses penerima unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi.
d. Koalisi (coalition) yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
e. Joint-venture yaitu kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu.
2. Persaingan (Competition)
![]() |
| Persaingan |
3. Pertentangan atau Pertikaian (Conflict)
![]() |
| Pertentangan |
a. Pertentangan pribadi
b. Pertentangan rasial
c. Pertentangan antar kelas-kelas sosial
d. Pertentangan politik
e. Pertentangan lokal, nasional, regional, maupun internasional.
Akibat terjadinya pertentangan:
a. Terjadinya keretakan di masyarakat
b. Tambahnya solidaritas in-group
c. Perubahan kepribadian para individu
d. Hancurnya harta benda dan korban nyawa
e. Dominasi dan takluknya salah satu pihak
Menurut Gillin, terdapat dua macam proses yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu:
1. Proses Asosiatif (Association of Prosses), meliputi:
a. Akomodasi (accomodation)
Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial untuk meredakan pertentangan.
Tujuan akomodasi adalah:
1. Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.
2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer.
3. Untuk memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok-kelompok sosial yang hidup terpisah sebagai akibat faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
4. Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya lewat perkawinan campuran atau asimilasi dalam arti luas.
b. Asimilasi
Faktor-faktor yang dapat mempermudahkan terjadinya asimilasi:
1. Toleransi
2. Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa di masyarakat
5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
6. Perkawinan campuran
7. Adanya musuh bersama dari luar
c. Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial dimana suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan lain tanpa menyebabkan hilangnya bentuk kepribadian sendiri.
2. Proses Disasosiatif (Disasociation of Prosses), meliputi:
a. Persaingan
Persaingan adalah bentuk usaha yang dilakukan agar memperoleh kemenangna atau hasil yang lebih tanpa menimbulkan benturan fisik.
b. Kontroversi
Kontroversi merupakan bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan konflik.
c. Pertikaian atau pertentangan
Pertentangan atau pertikaian adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman ataupun kekerasan.
Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
- http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial Read More..
Label:
Tugas
Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Sosiologi
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan atau ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Ilmu Pengetahuan secara etimologi merupakan kata bentukan yang berasal dari 2 kata yaitu ilmu dan pengetahuan. Ilmu adalah suatu hasil darti proses kerja otak, sedangkan pengetahuan yang berkata dasar tahu artinya sadar atau insyaf dengan penambahan afiksasi pe-an (pengetahuan) menjadi kata benda artinya kumpulan dari hasil kesadaran manusia terhadap sesuatu. Misalnya kesadaran manusia terhadap fenomena alam maka muncul Ilmu alam, kesadaran manusia terhadap fenomena sosial maka muncul ilmu sosial, kesadaran manusia terhadap fenomena kebudayaan maka muncul ilmu budaya dan lain sebagainya Ilmu merujuk kepada kefahaman manusia terhadap sesuatu perkara, yang mana ia merupakan kefahaman yang sistematik dan diusahakan secara sadar. Pada umumnya, ilmu mempunyai potensi untuk dimanfaatkan demi kebaikan manusia.
Pengertian ilmu menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :
a) Ashley Montagu menyebutkan bahwa “Science is a systemized knowledge services form observation, study, and experimentation carried on under determine the nature of principles of what being studied.” (ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu system yang berasal dari pengamatan, studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip hal yang sedang dipelajari).
b) Harold H. titus mendefinisikan “Ilmu (Science) diartikan sebagai common science yang diatur dan diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau peristiwa-peristiwa dengan menggunakan metode-metode observasi yang teliti dan kritis).
c) Dr. Mohammad Hatta mendefinisikan “Tiap-tiap ilmu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya, baik menurut kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunannya dari dalam”.
d) Drs. H. Ali As’ad dalam buku Ta’limul Muta’allim menafsirkan ilmu sebagai: “Ilmu adalah suatu sifat yang kalau dimiliki oleh seorang maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya”.
Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya, termasuk manusia itu sendiri dan kehidupanya. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.
2. Pengertian Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Pengertian sosiologi secara umum dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hubungan sosial yang terjadi pada suatu lingkungan. Adapun tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Berikut ini pengertian-pengertian sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Emile Durkheim
Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
2. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
3. Soejono Sukamto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
4. William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
5. Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
6. Roucek & Waren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial.
7. Soerjono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.
8. Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
9. Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
10. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
11. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
12. Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
13. Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat. Selain itu, Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.
3. Objek Sosiologi
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek, diantaranya adalah sebagai berikut:
a) Objek Material
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
b) Objek Formal
Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
c) Objek budaya
Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.
d) Objek Agama
Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat, dan banyak juga hal-hal ataupun dampak yang memengaruhi hubungan manusia.
Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi Read More..
Ilmu pengetahuan atau ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Ilmu Pengetahuan secara etimologi merupakan kata bentukan yang berasal dari 2 kata yaitu ilmu dan pengetahuan. Ilmu adalah suatu hasil darti proses kerja otak, sedangkan pengetahuan yang berkata dasar tahu artinya sadar atau insyaf dengan penambahan afiksasi pe-an (pengetahuan) menjadi kata benda artinya kumpulan dari hasil kesadaran manusia terhadap sesuatu. Misalnya kesadaran manusia terhadap fenomena alam maka muncul Ilmu alam, kesadaran manusia terhadap fenomena sosial maka muncul ilmu sosial, kesadaran manusia terhadap fenomena kebudayaan maka muncul ilmu budaya dan lain sebagainya Ilmu merujuk kepada kefahaman manusia terhadap sesuatu perkara, yang mana ia merupakan kefahaman yang sistematik dan diusahakan secara sadar. Pada umumnya, ilmu mempunyai potensi untuk dimanfaatkan demi kebaikan manusia.
Pengertian ilmu menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :
a) Ashley Montagu menyebutkan bahwa “Science is a systemized knowledge services form observation, study, and experimentation carried on under determine the nature of principles of what being studied.” (ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu system yang berasal dari pengamatan, studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip hal yang sedang dipelajari).
b) Harold H. titus mendefinisikan “Ilmu (Science) diartikan sebagai common science yang diatur dan diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau peristiwa-peristiwa dengan menggunakan metode-metode observasi yang teliti dan kritis).
c) Dr. Mohammad Hatta mendefinisikan “Tiap-tiap ilmu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya, baik menurut kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunannya dari dalam”.
d) Drs. H. Ali As’ad dalam buku Ta’limul Muta’allim menafsirkan ilmu sebagai: “Ilmu adalah suatu sifat yang kalau dimiliki oleh seorang maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya”.
Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya, termasuk manusia itu sendiri dan kehidupanya. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.
2. Pengertian Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Pengertian sosiologi secara umum dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hubungan sosial yang terjadi pada suatu lingkungan. Adapun tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Berikut ini pengertian-pengertian sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Emile Durkheim
Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
2. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
3. Soejono Sukamto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
4. William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
5. Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
6. Roucek & Waren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial.
7. Soerjono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.
8. Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
9. Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
10. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
11. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
12. Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
13. Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat. Selain itu, Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.
3. Objek Sosiologi
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek, diantaranya adalah sebagai berikut:
a) Objek Material
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
b) Objek Formal
Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
c) Objek budaya
Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.
d) Objek Agama
Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat, dan banyak juga hal-hal ataupun dampak yang memengaruhi hubungan manusia.
Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi Read More..
Label:
Tugas
Senin, 09 Juni 2014
Industrialisasi Ide Kreatif Masyarakat Indonesia Modal Dasar Menguasai Dunia
Perkembangan teknologi di dunia tak dapat dilepaskan dari perkembangan ekonomi. Saling ketergantungan ini dimotori oleh perkembangan berbagai jenis ilmu pengetahuan yang merupakan dasar inovasi dalam menghasilkan teknologi-teknologi baru baik yang merupakan bagian dari produk maupun bagian dari proses produksi.
Terbentuknya pasar tunggal Amerika Utara dan pasar tunggal Eropa serta terbentuknya pasar Asia Pasifik, merangsang perusahaan-perusahaan di dunia untuk mengambil sikap menghadapi skenario baru dalam perdagangan dan pemasaran. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi terobosan baru di era modern yang serba canggih ini.
Ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia untuk memahami gejala dan fakta alam, dan melestarikan pengetahuan tersebut secara konsepsional dan sistematis. Sedangkan teknologi adalah usaha manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan itu untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Karena hubungan tersebut maka perkembangan ilmu pengetahuan selalu terkait dengan perkembangan teknologi, demikian pula sebaliknya.
Iklim yang menarik dan kondusif bagi tumbuh kembangnya kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia memang belum bekerja dengan baik walaupun faktanya sudah tersedia wadah pembinaan para pelaku teknologi seperti perguruan tinggi dan lembaga penelitian pemerintah (Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Dewan Riset nasional dan Dewan Standarisasi Nasional). Demikian pula dalam mentransformasikan masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri tentu perlu waktu dan proses pendidikan. Yang paling menentukan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kesiapan para pelaku itu sendiri, karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi terletak pada sumber daya manusianya.
Namun di sisi lain, prestasi para tenaga ahli Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah banyak terlihat di dalam dan luar negeri. Sayangnya masih sedikit sarana aktualisasi ide mereka di Indonesia. Pengadaan laboratorium ide kreatif dengan sarana prasarana yang memadai serta basis industrialisasi perlu dilakukan untuk mengembangkan potensi mereka. Hal ini juga bisa menjadi cikal bakal masa depan Indonesia untuk berkembang jauh lebih pesat.
Peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam perkembangan ekonomi bukan hanya tanggung jawab dari perusahaan semata tetapi juga menjadi tanggungjawab pemerintah. Suatu sinergi kerjasama antar para pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi bersama pemerintah sangat efektif dalam menciptakan iklim agar kegiatan penelitian dan pengembangan dapat tumbuh subur.
Keterlibatan pemerintah dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi ini memang sangat diperlukan untuk menentukan keunggulan teknologi yang harus dimiliki, dipertahankan dan dikembangkan untuk waktu kini dan waktu-waktu yang akan datang.
Setidaknya ada tiga hal yang mendasari pentingnya perubahan cara pandang masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan potensi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki : 1. Modernisasi kehidupan,
2. Arus perubahan sosiokultural, serta
3. Persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi global yang kompetitif.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai ciri eksponensial yaitu semakin lama semakin cepat, karena hasil dari suatu tahap menjadi dasar dan alasan bagi tahap selanjutnya. Ditinjau dari peran ekonominya, teknologi merupakan pendorong utama bagi penciptaan nilai tambah ekonomis. Nilai tambah ini dinikmati oleh para pelaku ekonomi, sehingga menaikkan kualitas kehidupannya. Dengan naiknya kualitas kehidupan maka semakin besar pula dorongan untuk penciptaan nilai tambah agar peningkatan kualitas hidup itu berkesinambungan. Tidak mengherankan bahwa bukan saja perkembangannya semakin cepat tapi peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat modern bertambah lama bertambah penting. Adakalanya satu atau sebagian pelaku ekonomi yang menikmati produk hasil karya merasa tidak puas karena menemui kelemahannya atau merasa bahwa nilai teknologi dari produk tersebut sudah usang. Pembaharuan kualitas dan keterkinian produk ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi syarat mutlak agar tetap eksis dari masa ke masa.
Demi meningkatkan kepuasan konsumen dibutuhkan tindakan proaktif untuk memburu, menampung dan meramunya menjadi sebuah produk baru yang lebih baik. Perbaikan yang berkesinambungan ini mampu menjawab tantangan para pengguna teknologi sehingga mereka menjadi semakin setia menikmati produk tersebut karena adanya hubungan saling menguatkan dan saling menguntungkan.
Proses perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini perlu didukung oleh sikap positif yang membangun berikut baik dari masyarakat maupun pemerintah :
1. Mawas diri terhadap persaingan global,
2. Membangun mental juara,
3. Budaya disiplin yang meliputi disiplin diri, waktu, kerja, sasaran dan tanggung jawab,
4. Pemetaan gagasan jangka panjang yang terukur secara kualitatif dan kuantitatif,
5. Aktualisasi ide kreatif,
6. Perbaikan yang berkesinambungan, serta
7. Keyakinan kuat untuk menguasai dunia. Read More..
Terbentuknya pasar tunggal Amerika Utara dan pasar tunggal Eropa serta terbentuknya pasar Asia Pasifik, merangsang perusahaan-perusahaan di dunia untuk mengambil sikap menghadapi skenario baru dalam perdagangan dan pemasaran. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi terobosan baru di era modern yang serba canggih ini.
Ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia untuk memahami gejala dan fakta alam, dan melestarikan pengetahuan tersebut secara konsepsional dan sistematis. Sedangkan teknologi adalah usaha manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan itu untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Karena hubungan tersebut maka perkembangan ilmu pengetahuan selalu terkait dengan perkembangan teknologi, demikian pula sebaliknya.
Iklim yang menarik dan kondusif bagi tumbuh kembangnya kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia memang belum bekerja dengan baik walaupun faktanya sudah tersedia wadah pembinaan para pelaku teknologi seperti perguruan tinggi dan lembaga penelitian pemerintah (Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Dewan Riset nasional dan Dewan Standarisasi Nasional). Demikian pula dalam mentransformasikan masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri tentu perlu waktu dan proses pendidikan. Yang paling menentukan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kesiapan para pelaku itu sendiri, karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi terletak pada sumber daya manusianya.
Namun di sisi lain, prestasi para tenaga ahli Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah banyak terlihat di dalam dan luar negeri. Sayangnya masih sedikit sarana aktualisasi ide mereka di Indonesia. Pengadaan laboratorium ide kreatif dengan sarana prasarana yang memadai serta basis industrialisasi perlu dilakukan untuk mengembangkan potensi mereka. Hal ini juga bisa menjadi cikal bakal masa depan Indonesia untuk berkembang jauh lebih pesat.
Peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam perkembangan ekonomi bukan hanya tanggung jawab dari perusahaan semata tetapi juga menjadi tanggungjawab pemerintah. Suatu sinergi kerjasama antar para pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi bersama pemerintah sangat efektif dalam menciptakan iklim agar kegiatan penelitian dan pengembangan dapat tumbuh subur.
Keterlibatan pemerintah dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi ini memang sangat diperlukan untuk menentukan keunggulan teknologi yang harus dimiliki, dipertahankan dan dikembangkan untuk waktu kini dan waktu-waktu yang akan datang.
Setidaknya ada tiga hal yang mendasari pentingnya perubahan cara pandang masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan potensi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki : 1. Modernisasi kehidupan,
2. Arus perubahan sosiokultural, serta
3. Persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi global yang kompetitif.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai ciri eksponensial yaitu semakin lama semakin cepat, karena hasil dari suatu tahap menjadi dasar dan alasan bagi tahap selanjutnya. Ditinjau dari peran ekonominya, teknologi merupakan pendorong utama bagi penciptaan nilai tambah ekonomis. Nilai tambah ini dinikmati oleh para pelaku ekonomi, sehingga menaikkan kualitas kehidupannya. Dengan naiknya kualitas kehidupan maka semakin besar pula dorongan untuk penciptaan nilai tambah agar peningkatan kualitas hidup itu berkesinambungan. Tidak mengherankan bahwa bukan saja perkembangannya semakin cepat tapi peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat modern bertambah lama bertambah penting. Adakalanya satu atau sebagian pelaku ekonomi yang menikmati produk hasil karya merasa tidak puas karena menemui kelemahannya atau merasa bahwa nilai teknologi dari produk tersebut sudah usang. Pembaharuan kualitas dan keterkinian produk ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi syarat mutlak agar tetap eksis dari masa ke masa.
Demi meningkatkan kepuasan konsumen dibutuhkan tindakan proaktif untuk memburu, menampung dan meramunya menjadi sebuah produk baru yang lebih baik. Perbaikan yang berkesinambungan ini mampu menjawab tantangan para pengguna teknologi sehingga mereka menjadi semakin setia menikmati produk tersebut karena adanya hubungan saling menguatkan dan saling menguntungkan.
Proses perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini perlu didukung oleh sikap positif yang membangun berikut baik dari masyarakat maupun pemerintah :
1. Mawas diri terhadap persaingan global,
2. Membangun mental juara,
3. Budaya disiplin yang meliputi disiplin diri, waktu, kerja, sasaran dan tanggung jawab,
4. Pemetaan gagasan jangka panjang yang terukur secara kualitatif dan kuantitatif,
5. Aktualisasi ide kreatif,
6. Perbaikan yang berkesinambungan, serta
7. Keyakinan kuat untuk menguasai dunia. Read More..
Label:
Tulisan
Ekonomi Indonesia
Saat ini Ekonomi Indonesia bersikap penuh optimis bagi pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional semakin mengalami peningkatan maka kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan terhadap negara lain. Pendapatan nasional per tahun di Indonesia akan mampu memberikan kemajuan.
Untuk tingkat ekonomi makro akan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi. Salah satu pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dan ditunjukkan dengan permintaan domestik yang masih menjadi penopang utama untuk kinerja perekonomian. Tak ketinggalan juga bagi dunia ekspor dan impor, serta investasi.
Di lihat pada kurangnya perekonomian makro di aspek perbankan ini dapat pula kita rasakan adanya pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang semakin meningkat. Bank Indonesia dapat memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi untuk sepanjang triwulan tahun 2011 masih akan bertumbuh tinggi, yaitu mencapai di kisaran 6,4 persen. Jadi, sepanjang tahun ini juga, perekonomian Indonesia diramalkan akan tumbuh di kisaran 6 persen sampai 6,5 persen.
Kondisi Ekonomi Indonesia Dilihat dari Pendapat Domestik Bruto
Pendapat Domestik Bruto (PDB) di Indonesia untuk masa kini telah menempati tingkat urutan yang ke-18 dari 20 negara yang memiliki PDB terbesar di dunia. Dan ternyata hanya ada lima negara Asia yang masuk ke dalam kategori [ada daftar yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, yaitu lima negara Asia tersebut adalah Negara Jepang berada pada urutan ke-2, Negara Cina pada urutan ke-3, Negara India pada urutan ke-11, dan Negara Korea Selatan pada urutan ke-15.
Dengan adanya lembaga – lembaga swadaya masyarakat yang bekerja sama dengan Institut Kemandirian senantiasa akan berusaha untuk mencetak kaum muda yang berpotensi menjadi sosok hebat sebagai pejuang ekonomi merupakan salah satu cara cara dalam membuat sebuah pemerataan pertumbuhan ekonomi dan dapat dirasakan oleh banyak rakyat di Indonesia.
Hubungan yang bersinergi antara kementrian maka harus dibuat semakin lebih peduli dan saling menunjang sehingga tidak terjadi tumpang tindih serta akan lebih bermanfaat untuk masyarakat. Dengan adanya kampanye pembentukan jiwa kewirausahaan , seperti misalnya pada seminar yang bertaraf internasional, yaitu merupakan salah satu jalan dalam membangkitkan semangat dan juga potensi jiwa pejuang ekonomi yang sungguh pantang menyerah dan kaya akan kreativitas.
Pada dampak globalisasi ekonomi secara positif dan dampak globalisasi yang negatif menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan pada dunia usaha. Saat kita berpikir untuk menjadi seorang pengusaha dan lebih memanfaatkan setiap peluang usaha yang dimiliki maka saat itu sebenarnya kita memasuki ke dalam sebuah sistem Ekonomi Indonesia dan tentunya yang paling populer yakni sistem ekonomi kapitalis yang menjadi suatu bagian integral pada proses globalisasi tersebut. Sehingga ada banyak makna dari globalisasi secara umum yang memiliki sebuah kemiripan untuk salah satu pengertian globalisasi seperti sebuah proses yang melintasi batas negara di mana antar masyarakat maupun kelompok, dan tak ketinggalan antar negara yang saling berinteraksi, berhubungan, bergantung terkait, dan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya.
Sebagaimana yang diketahui bahwa sebuah sistem globalisasi ekonomi mempunyai dampak positif dan juga dampak yang negatif, maka terlepas dari pendapat yang pro terhadap globalisasi ekonomi dan secara kontra pada globalisasi ekonomi lalu kita akan mencoba untuk menelaah secara sederhana mengenai dampak positif dan negatif untuk globalisasi ekonomi.
Untuk dampak positif globalisasi ekonomi yang dipandang dari segi kreatifitas dan daya saing bahwa dengan semakin melebarnya pasar bagi produk-produk ekspor maka sudah sangat diharapkan untuk menumbuhkan kreativitas serta peningkatan akan kualitas produksi yang disebabkan adanya dorongan untuk tetap berada dalam keadaan yang penuh realistis dan eksis ditengah kehidupan yang penuh persaingan global. Dan secara natural, hal ini akan terjadi manakala hadir sebuah kesadaran akan keharusan berinovasi untuk muncul dan hingga pada giliranya akan menciptakan produk dalam negeri yang begitu handal dan sungguh mengalami kualitas diri.
Disisi lain bahwa kondisi dimana kemampuan berkenaan daya saing rendah dan ketidakmampuan bagi Indonesia dalam mengelola persaingan sehingga akan menimbulkan mimpi buruk perekonomian negeri saat ini, maka hal ini pula yang akan mendatangkan berbagai macam dampak negatif globalisasi Ekonomi Indonesia misalnya seperti membanjirnya sebuah produk luar negeri sebut saja yakni produk-produk negara Cina yang pada akhirnya mematikan nilai produksi dalam negeri, sehingga warga negara Indonesia hanya bisa dan bahkan akan menjadi tenaga kasar yang mempunyai gaji rendah sedangkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan skill akan segera dikuasai oleh kaum luar atau ekspatriat asing, dan tentunya lowongan pekerjaan pada saat ini sudah sangat sempit dan mengalami berbagai kendala bagi masyarakat yang menganggur serta akan semakin habis kesempatan kerja yang dikarenakan adanya gelombang pekerja asing.
Sedangkan dampak positif globalisasi Ekonomi Indonesia dari segi permodalan, maka dari sisi ketersediaan akses modal untuk dana akan menjadi semakin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. Investasi ini secara langsung misalkan pada pembangunan pabrik yang akan turut membuka lowongan kerja. Akan tetapi hanya saja dampak positif ini akan berbalik secara 180 derajat saat pemerintah mengalami ketidakmampuan dalam mengelola aliran dana asing. Hal ini akan terjadi malah penumpukan dana asing lebih menguntungkan bagi pemilik modal dan sungguh terlalu rawan untuk menimbulkan krisis ekonomi akibat jatuhnya nilai mata uang Rupiah. Read More..
Untuk tingkat ekonomi makro akan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi. Salah satu pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dan ditunjukkan dengan permintaan domestik yang masih menjadi penopang utama untuk kinerja perekonomian. Tak ketinggalan juga bagi dunia ekspor dan impor, serta investasi.
![]() |
| Ekonomi Indonesia |
Di lihat pada kurangnya perekonomian makro di aspek perbankan ini dapat pula kita rasakan adanya pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang semakin meningkat. Bank Indonesia dapat memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi untuk sepanjang triwulan tahun 2011 masih akan bertumbuh tinggi, yaitu mencapai di kisaran 6,4 persen. Jadi, sepanjang tahun ini juga, perekonomian Indonesia diramalkan akan tumbuh di kisaran 6 persen sampai 6,5 persen.
Kondisi Ekonomi Indonesia Dilihat dari Pendapat Domestik Bruto
Pendapat Domestik Bruto (PDB) di Indonesia untuk masa kini telah menempati tingkat urutan yang ke-18 dari 20 negara yang memiliki PDB terbesar di dunia. Dan ternyata hanya ada lima negara Asia yang masuk ke dalam kategori [ada daftar yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, yaitu lima negara Asia tersebut adalah Negara Jepang berada pada urutan ke-2, Negara Cina pada urutan ke-3, Negara India pada urutan ke-11, dan Negara Korea Selatan pada urutan ke-15.
Dengan adanya lembaga – lembaga swadaya masyarakat yang bekerja sama dengan Institut Kemandirian senantiasa akan berusaha untuk mencetak kaum muda yang berpotensi menjadi sosok hebat sebagai pejuang ekonomi merupakan salah satu cara cara dalam membuat sebuah pemerataan pertumbuhan ekonomi dan dapat dirasakan oleh banyak rakyat di Indonesia.
Hubungan yang bersinergi antara kementrian maka harus dibuat semakin lebih peduli dan saling menunjang sehingga tidak terjadi tumpang tindih serta akan lebih bermanfaat untuk masyarakat. Dengan adanya kampanye pembentukan jiwa kewirausahaan , seperti misalnya pada seminar yang bertaraf internasional, yaitu merupakan salah satu jalan dalam membangkitkan semangat dan juga potensi jiwa pejuang ekonomi yang sungguh pantang menyerah dan kaya akan kreativitas.
Pada dampak globalisasi ekonomi secara positif dan dampak globalisasi yang negatif menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan pada dunia usaha. Saat kita berpikir untuk menjadi seorang pengusaha dan lebih memanfaatkan setiap peluang usaha yang dimiliki maka saat itu sebenarnya kita memasuki ke dalam sebuah sistem Ekonomi Indonesia dan tentunya yang paling populer yakni sistem ekonomi kapitalis yang menjadi suatu bagian integral pada proses globalisasi tersebut. Sehingga ada banyak makna dari globalisasi secara umum yang memiliki sebuah kemiripan untuk salah satu pengertian globalisasi seperti sebuah proses yang melintasi batas negara di mana antar masyarakat maupun kelompok, dan tak ketinggalan antar negara yang saling berinteraksi, berhubungan, bergantung terkait, dan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya.
Sebagaimana yang diketahui bahwa sebuah sistem globalisasi ekonomi mempunyai dampak positif dan juga dampak yang negatif, maka terlepas dari pendapat yang pro terhadap globalisasi ekonomi dan secara kontra pada globalisasi ekonomi lalu kita akan mencoba untuk menelaah secara sederhana mengenai dampak positif dan negatif untuk globalisasi ekonomi.
Untuk dampak positif globalisasi ekonomi yang dipandang dari segi kreatifitas dan daya saing bahwa dengan semakin melebarnya pasar bagi produk-produk ekspor maka sudah sangat diharapkan untuk menumbuhkan kreativitas serta peningkatan akan kualitas produksi yang disebabkan adanya dorongan untuk tetap berada dalam keadaan yang penuh realistis dan eksis ditengah kehidupan yang penuh persaingan global. Dan secara natural, hal ini akan terjadi manakala hadir sebuah kesadaran akan keharusan berinovasi untuk muncul dan hingga pada giliranya akan menciptakan produk dalam negeri yang begitu handal dan sungguh mengalami kualitas diri.
Disisi lain bahwa kondisi dimana kemampuan berkenaan daya saing rendah dan ketidakmampuan bagi Indonesia dalam mengelola persaingan sehingga akan menimbulkan mimpi buruk perekonomian negeri saat ini, maka hal ini pula yang akan mendatangkan berbagai macam dampak negatif globalisasi Ekonomi Indonesia misalnya seperti membanjirnya sebuah produk luar negeri sebut saja yakni produk-produk negara Cina yang pada akhirnya mematikan nilai produksi dalam negeri, sehingga warga negara Indonesia hanya bisa dan bahkan akan menjadi tenaga kasar yang mempunyai gaji rendah sedangkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan skill akan segera dikuasai oleh kaum luar atau ekspatriat asing, dan tentunya lowongan pekerjaan pada saat ini sudah sangat sempit dan mengalami berbagai kendala bagi masyarakat yang menganggur serta akan semakin habis kesempatan kerja yang dikarenakan adanya gelombang pekerja asing.
Sedangkan dampak positif globalisasi Ekonomi Indonesia dari segi permodalan, maka dari sisi ketersediaan akses modal untuk dana akan menjadi semakin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. Investasi ini secara langsung misalkan pada pembangunan pabrik yang akan turut membuka lowongan kerja. Akan tetapi hanya saja dampak positif ini akan berbalik secara 180 derajat saat pemerintah mengalami ketidakmampuan dalam mengelola aliran dana asing. Hal ini akan terjadi malah penumpukan dana asing lebih menguntungkan bagi pemilik modal dan sungguh terlalu rawan untuk menimbulkan krisis ekonomi akibat jatuhnya nilai mata uang Rupiah. Read More..
Label:
Tulisan
Pertumbuhan Ekonomi
Sebenarnya apa yang menjadi perbedaan antara pertumbuhan dan pembangunan , disini dapat kita lihat bahwa dari segi pencapaian target dan prosesnya. Bahwa Pertumbuhan Ekonomi lebih mengarah kepada sebuah target sedangkan pembangunan lebih mendekati pada prosesnya. Menurut Schumpeter, perkembangan atau pembangunan adalah suatu perubahan spontan dan senantiasa terputus dalam keadaan stasioner yang akan mengganti dan mengubah suatu keadaan keseimbangan sebelumnya.
Sedangkan Pertumbuhan Ekonomi adalah suatu perubahan yang bersifat jangka panjang namun secara perlahan-lahan serta mengalami kejadian melalui sebuah kenaikan tabungan dan juga pertambahan penduduk.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi dipengaruhi oleh dua jenis faktor yaitu:
a) Faktor Ekonomi
• Sumber alam atau tanah.
Ini mencakup hal-hal mengenai kesuburan tanah, letak dan susunannya, mineral, iklim, sumber lautan, sumber air, kekayaan hutan, dan sebagainya.
• Modal
Modal ini bermakna sebagai bentuk persediaan faktor produksi bersifat fisik. Jika penggunaan modal ini mengalami kenaikan dalam batas waktu tertentu maka disebut pembentukan modal.
• Organisasi atau Perusahaan
Organisasi atau perusahaan ini berhubungan pada penggunaan faktor produksi dalam kegiatan ekonomi di mana organisasi atau perusahaan merupakan sebuah pelengkap modal dan buruh (tenaga kerja) serta turut berperan untuk membantu dalam peningkatan atau perbaikan produktivitas.
• Kemajuan teknologi
Adanya perubahan dalam kemampuan teknologi sebenarnya merupakan salah satu faktor paling penting dalam proses Pertumbuhan Ekonomi. Perubahan tersebut berkenaan pada perubahan di dalam metode produksi sebagai hasil pembaruan atau penelitian baru sehingga perubahan ini akan menyebabkan penaikan produktivitas buruh, modal, dan faktor produksi yang lainnya.
• Pembagian kerja serta skala produksinya
Pembagian kerja akan menyebabkan kenaikan dalam produktivitas. Menurut Adam Smith , Ia melakukan penekanan penting dalam pembagian kerja untuk perkembangan dan Pertumbuhan Ekonomi. Pembagian kerja dan skala produksinya ini pun dapat mencakup sebagai hal-hal dalam perbaikan kemampuan produksi buruh sehingga buruh dapat lebih efektif dan efisien serta bisa melakukan penghematan waktu dan juga mampu untuk memperoleh mesin baru.
b) Faktor non-ekonomi
• Faktor sosial dan budaya
Pada faktor ini memasuki tahap pendidikan dan kebudayaan di Barat sehingga membawa pada tujuan penalaran yang baru misalnya menumbuhkan dan menanamkan semangat yang tinggi serta mengenai kelas-kelas pedagang baru, menciptakan sebuah perubahan pandangan manusia dan harapan, struktur atau jaringan dan juga nilai sosial. Adapun juga orang-orang yang terlibat pun akan dibiasakan untuk berinvestasi dan berusaha menikmati berbagai tantangan ataupun risiko guna memperoleh suatu keuntungan.
• Sumber daya manusia
Berkembangnya faktor-faktor manusia yang berhubungan pada produktivitas dan efisiensi oleh para ekonom merupakan sebuah pembentukan dan pelaksanaan modal bagi setiap manusia, di mana proses-proses tersebut itu adalah kemajuan sebuah ilmu pengetahuan, kompetensi dan keterampilan. Jumlah penduduk yang semakin menanjak luas juga merupakan penghalang bagi pembangunan di negara-negara yang sedang berkembang.
• Faktor politik dan administratif
Kestabilan menuju tahap politik dan administrasi yang begitu kuat dapat membantu dalam meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang modern. Ketika administrasi memiliki kekuatan dan cukup efisien maka itu merupakan hal yang sangat penting guna menciptakan pembangunan ekonomi yang baik. Adanya struktur politik dan administrasi yang bersifat lemah juga merupakan suatu penghambat begitu besar untuk pembangunan ekonomi pada negara terbelakang. Read More..
Sedangkan Pertumbuhan Ekonomi adalah suatu perubahan yang bersifat jangka panjang namun secara perlahan-lahan serta mengalami kejadian melalui sebuah kenaikan tabungan dan juga pertambahan penduduk.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi dipengaruhi oleh dua jenis faktor yaitu:
![]() |
| Pertumbuhan Ekonomi |
a) Faktor Ekonomi
• Sumber alam atau tanah.
Ini mencakup hal-hal mengenai kesuburan tanah, letak dan susunannya, mineral, iklim, sumber lautan, sumber air, kekayaan hutan, dan sebagainya.
• Modal
Modal ini bermakna sebagai bentuk persediaan faktor produksi bersifat fisik. Jika penggunaan modal ini mengalami kenaikan dalam batas waktu tertentu maka disebut pembentukan modal.
• Organisasi atau Perusahaan
Organisasi atau perusahaan ini berhubungan pada penggunaan faktor produksi dalam kegiatan ekonomi di mana organisasi atau perusahaan merupakan sebuah pelengkap modal dan buruh (tenaga kerja) serta turut berperan untuk membantu dalam peningkatan atau perbaikan produktivitas.
![]() |
| Pertumbuhan Ekonomi |
• Kemajuan teknologi
Adanya perubahan dalam kemampuan teknologi sebenarnya merupakan salah satu faktor paling penting dalam proses Pertumbuhan Ekonomi. Perubahan tersebut berkenaan pada perubahan di dalam metode produksi sebagai hasil pembaruan atau penelitian baru sehingga perubahan ini akan menyebabkan penaikan produktivitas buruh, modal, dan faktor produksi yang lainnya.
• Pembagian kerja serta skala produksinya
Pembagian kerja akan menyebabkan kenaikan dalam produktivitas. Menurut Adam Smith , Ia melakukan penekanan penting dalam pembagian kerja untuk perkembangan dan Pertumbuhan Ekonomi. Pembagian kerja dan skala produksinya ini pun dapat mencakup sebagai hal-hal dalam perbaikan kemampuan produksi buruh sehingga buruh dapat lebih efektif dan efisien serta bisa melakukan penghematan waktu dan juga mampu untuk memperoleh mesin baru.
b) Faktor non-ekonomi
• Faktor sosial dan budaya
Pada faktor ini memasuki tahap pendidikan dan kebudayaan di Barat sehingga membawa pada tujuan penalaran yang baru misalnya menumbuhkan dan menanamkan semangat yang tinggi serta mengenai kelas-kelas pedagang baru, menciptakan sebuah perubahan pandangan manusia dan harapan, struktur atau jaringan dan juga nilai sosial. Adapun juga orang-orang yang terlibat pun akan dibiasakan untuk berinvestasi dan berusaha menikmati berbagai tantangan ataupun risiko guna memperoleh suatu keuntungan.
• Sumber daya manusia
Berkembangnya faktor-faktor manusia yang berhubungan pada produktivitas dan efisiensi oleh para ekonom merupakan sebuah pembentukan dan pelaksanaan modal bagi setiap manusia, di mana proses-proses tersebut itu adalah kemajuan sebuah ilmu pengetahuan, kompetensi dan keterampilan. Jumlah penduduk yang semakin menanjak luas juga merupakan penghalang bagi pembangunan di negara-negara yang sedang berkembang.
• Faktor politik dan administratif
Kestabilan menuju tahap politik dan administrasi yang begitu kuat dapat membantu dalam meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang modern. Ketika administrasi memiliki kekuatan dan cukup efisien maka itu merupakan hal yang sangat penting guna menciptakan pembangunan ekonomi yang baik. Adanya struktur politik dan administrasi yang bersifat lemah juga merupakan suatu penghambat begitu besar untuk pembangunan ekonomi pada negara terbelakang. Read More..
Label:
Tulisan
Sistem Ekonomi Indonesia
Sistem Ekonomi Indonesia sungguh menekankan adanya ideologi untuk bangsa yang sangat menitikberatkan pada nilai-nilai yang mencakup pancasila dan juga senantiasa mengarah pandangan hidup untuk bangsa demokratis. Negara Kesatuan Republik Indonesia telah menghadirkan begitu banyak wajah-wajah tokoh publik negara yang saat itu telah membuat format sebuah sistem perekonomian yang sungguh tepat bagi bangsa Indonesia.
Tokoh utama dalam bidang ekonomi yang dikenal saat itu adalah , Sumitro Djojohadikusumo, di mana ketika Ia berpidato di negara Amerika pada tahun 1949 menyatakan bahwa dalam sistem yang didambakan yaitu Sistem Ekonomi Pancasila dan menegaskan mengenai sistem tersebut bahwa telah menyepakati dengan suatu bentuk ekonomi yang baru dan didalamnya mencakup unsur utama yang dikenal dengan nama Demokrasi Ekonomi.
Alasan Adanya Sistem Ekonomi Indonesia
1. Warga negara memiliki suatu kebebasan saat memilih pekerjaan yang dilakukan dan ada hak di dalamnya serta memiliki kehidupan yang layak.
2. Hak yang dimiliki secara individu mendapat pengakuan dan manfaat yang tidak membolehkan adanya perselisihan atau kurang bersahabat atas kepentingan masyarakat.
3. Memiliki cabang produksi utama untuk negara serta dapat menguasai keinginan hidup bagi orang banyak yang dikuasai penuh oleh negara.
4. Perekonomian ini diatur untuk usaha secara menyeluruh dan bersama yang berdasarkan kekeluargaan.
5. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar itu dilindungi dan dipelihara oleh negara.
6. Adanya inisiatif dan daya kreativitas untuk setiap warga negara yang dikembangkan secara penuh dalam keterbatasan yang tidak merugikan bagi kepentingan umum.
Jadi Sistem Ekonomi Indonesia adalah demokrasi ekonomi atau ekonomi Pancasila. Kandungan demokrasi ekonomi ini menyatakan bahwa adanya produksi yang dilakukan untuk usaha bersama demi kepentingan bersama. Demokrasi ekonomi ini memiliki peran yang aktif dalam masyarakat berkenaan dengan kegiatan pembangunan. Pemerintah pun berkewajiban dalam menghasilkan sebuah bimbingan dan petunjuk bagi pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan iklim sehat untuk pertumbuhan dalam dunia usaha. Sedangkan dalam bidang usaha pun memiliki kewajiban sebagai pemberi sebuah tanggapan positif pada pengarahan dan bimbingan.
Dengan demikian Sistem Ekonomi Indonesia tersebut melarang adanya suatu kebebasan usaha tak terkendali yang dapat menimbulkan kemungkinan adanya eksploitasi untuk pihak ekonomi yang bersifat lemah dan merasa dijajah sebagai akibat dengan semakin menyebar luasnya jurang pemisah atau memilih antara golongan kaya dan golongan miskin serta adanya peran pemerintah yang terlalu berlebihan sehingga dapat membunuh rasa motivasinya masyarakat serta daya kreativitas pun hilang untuk dapat dikembangkan.
Oleh karena itu, masyarakat hanya mampu untuk bersikap pasif tanpa adanya aksi yang bermanfaat untuk negara dan juga bermunculan suatu bentuk yang memusat atas kekuatan ekonomi untuk satu kelompok tertentu, sehingga pihak konsumen seperti golongan robot yang diatur sedemikian rupa dalam menjalankan sebuah permainan.
Faktor-faktor dalam Sistem Ekonomi Indonesia
1. Dana untuk negara yang seharusnya dialokasikan sebagai kepentingan kegiatan ekonomi ternyata untuk kepentingan perang dan konsumsi politik;
2. Adanya kecenderungan-kecenderungan yang cukup signifikan dalam penggunaan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan keadaan masyarakat;
3. Program dalam kegiatan ekonomi diatur oleh tokoh yang relatif tidak sesuai bidangnya, namun oleh kaum politik sehingga menyebabkan kebijakan (keputusan) itu disusun yang cenderung demi masalah politik bukan masalah ekonomi.
Sebagai akibat yang menyebabkan adanya sistem etatisme pada suatu periode, yaitu sebagai berikut : 1. Semakin buruknya sarana komunikasi dan produksi yang berdampak lemah bagi posisi ekspor;
2. Semakin meningkatnya defisit anggaran negara;
3. Semakin besar laju pertumbuhan penduduk dibandingkan pertumbuhan ekonomi. Read More..
Tokoh utama dalam bidang ekonomi yang dikenal saat itu adalah , Sumitro Djojohadikusumo, di mana ketika Ia berpidato di negara Amerika pada tahun 1949 menyatakan bahwa dalam sistem yang didambakan yaitu Sistem Ekonomi Pancasila dan menegaskan mengenai sistem tersebut bahwa telah menyepakati dengan suatu bentuk ekonomi yang baru dan didalamnya mencakup unsur utama yang dikenal dengan nama Demokrasi Ekonomi.
![]() |
| Sistem Ekonomi Indonesia |
Alasan Adanya Sistem Ekonomi Indonesia
1. Warga negara memiliki suatu kebebasan saat memilih pekerjaan yang dilakukan dan ada hak di dalamnya serta memiliki kehidupan yang layak.
2. Hak yang dimiliki secara individu mendapat pengakuan dan manfaat yang tidak membolehkan adanya perselisihan atau kurang bersahabat atas kepentingan masyarakat.
3. Memiliki cabang produksi utama untuk negara serta dapat menguasai keinginan hidup bagi orang banyak yang dikuasai penuh oleh negara.
4. Perekonomian ini diatur untuk usaha secara menyeluruh dan bersama yang berdasarkan kekeluargaan.
5. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar itu dilindungi dan dipelihara oleh negara.
6. Adanya inisiatif dan daya kreativitas untuk setiap warga negara yang dikembangkan secara penuh dalam keterbatasan yang tidak merugikan bagi kepentingan umum.
Jadi Sistem Ekonomi Indonesia adalah demokrasi ekonomi atau ekonomi Pancasila. Kandungan demokrasi ekonomi ini menyatakan bahwa adanya produksi yang dilakukan untuk usaha bersama demi kepentingan bersama. Demokrasi ekonomi ini memiliki peran yang aktif dalam masyarakat berkenaan dengan kegiatan pembangunan. Pemerintah pun berkewajiban dalam menghasilkan sebuah bimbingan dan petunjuk bagi pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan iklim sehat untuk pertumbuhan dalam dunia usaha. Sedangkan dalam bidang usaha pun memiliki kewajiban sebagai pemberi sebuah tanggapan positif pada pengarahan dan bimbingan.
Dengan demikian Sistem Ekonomi Indonesia tersebut melarang adanya suatu kebebasan usaha tak terkendali yang dapat menimbulkan kemungkinan adanya eksploitasi untuk pihak ekonomi yang bersifat lemah dan merasa dijajah sebagai akibat dengan semakin menyebar luasnya jurang pemisah atau memilih antara golongan kaya dan golongan miskin serta adanya peran pemerintah yang terlalu berlebihan sehingga dapat membunuh rasa motivasinya masyarakat serta daya kreativitas pun hilang untuk dapat dikembangkan.
Oleh karena itu, masyarakat hanya mampu untuk bersikap pasif tanpa adanya aksi yang bermanfaat untuk negara dan juga bermunculan suatu bentuk yang memusat atas kekuatan ekonomi untuk satu kelompok tertentu, sehingga pihak konsumen seperti golongan robot yang diatur sedemikian rupa dalam menjalankan sebuah permainan.
Faktor-faktor dalam Sistem Ekonomi Indonesia
1. Dana untuk negara yang seharusnya dialokasikan sebagai kepentingan kegiatan ekonomi ternyata untuk kepentingan perang dan konsumsi politik;
2. Adanya kecenderungan-kecenderungan yang cukup signifikan dalam penggunaan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan keadaan masyarakat;
3. Program dalam kegiatan ekonomi diatur oleh tokoh yang relatif tidak sesuai bidangnya, namun oleh kaum politik sehingga menyebabkan kebijakan (keputusan) itu disusun yang cenderung demi masalah politik bukan masalah ekonomi.
Sebagai akibat yang menyebabkan adanya sistem etatisme pada suatu periode, yaitu sebagai berikut : 1. Semakin buruknya sarana komunikasi dan produksi yang berdampak lemah bagi posisi ekspor;
2. Semakin meningkatnya defisit anggaran negara;
3. Semakin besar laju pertumbuhan penduduk dibandingkan pertumbuhan ekonomi. Read More..
Label:
Tulisan
Langganan:
Postingan (Atom)





